Akhir Hidup Ayah II

tak terasa air mata ini menetes kesedihan yang mendalam karena begitu banyak ujian yang kau terima.Dan kesabaran yang selalu engkau berikan serta pancarkan membuatku merasa mengapa TUHAN bukan aku saja yang engkau ambil.Akan tetapi mengapa ayah yang sebaik ini yang selalu menyayangiku sepanjang masa engkau ambil terlebih dahulu.

Walau hati merasa sakit dan hancur seakan pelukan beberapa orang terdekat namun,itu semua tak membuatku sembuh akan kesedihan yang mendalam.AKU teringat lagi jika bunga yang mekar masih segar pasti ketika masih segar dan harum akan diambil lebih dahulu kebalikanya jika bunga yang sudah layu kering tiada orang mau mengambilnya bahkan akan terjatuh sendiri pada waktunya.

Aku yakin ayah sedemikian itu selagi engkau ada mengapa hal yang paling kecil selalu terlewatkan.

Rasa sayang orang terhadap anaknya bagaikan matahari yang menyinari bumi yang tak akan pernah henti dari mulai terbitnya matahari sampai tenggelamnya matahari,mana mungkin bumi menyinari matahari, tidak akan mungkin jadi jasa yang diberikanya tidak akan bisa terbalaskan dengan apapu kecuali satu pintamu pada sang pencipta.

Selama engkau sakit ,selalu kami menemanimu hingga engkau mendekati kesembuhanmu.Aku kira itu masa yang sangat membahagiakan namun apa yang terjadi.

Tidak…..

Tidak…..

Tidak…..

Semua berlangsung dengan cepat tanpa aku sadari ketika akan pulang ayah berkata

‘’Besok kalau aku sudah sembuh kita jalan – jalan lagi dan bercanda seperti biyasanya’’

Walu suara yang diucapkan tidak terlalu keras dan hanya beberapa saja yang terucap

Aku takut..

Aku takt sekali itu kata-katamu yang terakhir kalinya yang aku dengar dari mulut manismu yang penuh dengan doa dan petuah yang selalu memberi motifasi ynag sangat membuatku menjadi lebih semangat lagi dalam menjalankan kehidupan ini hanya bersamamu.

Derai air matapun mengalir dan tiada hentinya.Aku selalu berusaha menghentikanya namun takbisa

Dan hanya kesedihan yang mendlam ynag kurasakan dari waktkewaktu

AKU PINTA…

TUHAN ..maafkan semua kesalahanya dan sayangilah ia seperti ia menyayangiku selama ini janganlah berikanlah tempat terbaik baginya.Smoga semua apa yang diberikanya padaku menjadi bermanfaat dan senantiasa embawa kebahagiaanku

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE