Puisi Serupa, Gak Sengaja Apa Nyontek Ya??

puisi

Teman-teman pecinta puisi dimanapun berada, kalian pasti masih ingat dengan film AADC (Ada Apa dengan Cinta?) yang booming pada tahun 2002. Tidak hanya menjadi gebrakan film remaja pada tahun itu, film ini juga sangat fenomenal hingga sekarang. Satu yang bikin aku gak pernah bisa move on dari film ini, puisi yang ada di dalamnya, baru-baru ini ada terusan cerita AADC yang di sajikan dalam serial pendek, itu benar-benar luar biasa, satu juta penonton dalam sehari.

AADC di tahun 2002 melahirkan tiga puisi yang judulnya ‘aku ingin bersama selamanya’, ‘tentang seseorang’, dan ‘ada apa dengan cinta’. Nah, beberapa bulan lalu pas aku baca-baca puisi W.S Rendra yang berjudul ‘terpisah’ kok ada kemiripan dengan ‘ada apa dengan cinta’ yang di buat Rangga, eh maksudnya di buat sama Rako Prijanto, Rangga kan cuma tokohnya doang. Rako Prijanto ini astrada yang bikin puisi-puisi di film AADC, kalau sekarang sih sudah jadi sutradara juga sama seperti Riri Riza. Nah ini yang aku bingung, ini gak sengaja sama apa emang nyontek ya? Menurut kalian gimana??

 

Terpisah

Karya : W.S Rendra

Racun lagu duka merambat di kelengangan malam kota.
Lampu jalanan dipingsankan hujan.
Berbaringan rumah-rumah wajahmu di temboknya.
Kesepian seperti sepatu besi.
Menekur semua menekur dikhianati bulan.

Engkau bulan lelap tidur di hatiku. . . . .(1)
Oleh sepi diriku dirampas jalan raya.
Semua didindingi kelam dan kedinginan. . . .(2)
Maut atau ribamu di ujung jalan itu.
Digenangi air adalah racun duka adalah wajahmu.. . . .(3)

 

Ada Apa Dengan Cinta?

Karya : Rako Prijanto

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu. . .. . . (3)
seperti bulan lelap tidur di hatimu. . . . . .(1)
yang berdinding kelam dan kedinginan. . . .(2)

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE