Minder: Apa dan Bagaimana terjadinya?

introvert

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata minder…

Menurut hemat  saya, minder itu adalah perasaan di mana kita tidak pernah bisa yakin dengan apa yang kita punya. Sehingga apapun yang kita bisa, apapun yang kita punya tidak bisa tereksplor dengan baik. Tidak bisa tersalurkan dengan baik, baik itu ide, bakat dan kreatifitas. Karena kita terlalu sibuk dengan perasaan ketidak PD an (baca: percaya diri). Takut salah dimata orang lain. Takut ditertawakan orang lain. Dan perasaan takut lainnya yang seharusnya dihilangkan. Karena pada dasarnya semua manusia sudah diberi kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kadar dan kemampuannya. Tidak ada yang perlu ditakutkan selama kita berada di jalan yang benar dan kita yakin dengan apa yang kita lakukan adalah hal yang bisa memberikan manfaat bagi diri dan orang lain. Minder tidak datang tanpa sebab. Minder bisa saja muncul akibat trauma di masa lalu, cara mendidik anak yang tidak benar atau terjadi penekanan perasaan, serta kurang adanya dukungan dari keluarga (kurang kasih sayang). Karena keluargalah kekuatan pertama yang menguatkan kita untuk bisa berjuang menghadapi hidup.

Minder bisa muncul kapanpun, di manapun dan pada siapapun tak terkecuali saya. Beberapa tahun yang lalu pernah saya menderita penyakit kronis ini. Penyakit yang bisa mematikan ide, bakat dan kreatifitas manusia. Saya merasakan seakan-akan dunia ini hanya milik orang-orang selalu ingin tampil sempurna, sedangkan saya, saya selalu merasa salah dalam melakukan apapun. Minder yang saya alami bukan tanpa sebab, tapi karena kurang adanya kasih sayang dari orang tua saya. Kurang adanya perhatian dari mereka. Dulu mereka terlalu sibuk dengan dunianya masing-masing. Terlalu sibuk bekerja dan memberikan kasih sayang lewat uang.

Tetapi itu salah. Kasih sayang itu bukan uang. Perhatian itu bukan uang. Tapi rasa mengayomi, rasa melindungi dan rasa welas asih. Itulah perhatian yang sebenarnya. Meskipun kita perlu uang didalamnya. Tapi uang saja tidak cukup. Hampir 5 tahun minder hinggap pada diri saya, dan selama itu juga saya berusaha menghilangkannya. Dengan sering berkumpul dengan teman ataupun di masyarakat. Tapi nihil. Saya tetap tidak PD. Bahkan pernah waktu di bangku sekolah saya berkonsultasi  dengan guru BK (bimbingan konseling) untuk setidaknya mengurangi rasa ketidak pedean saya dan langkah-langkah apa yang harus saya tempuh untuk menghilangkan penyakit kronis ini.

Sampai pada suatu ketika,  saat saya sudah bekerja, secara tidak sengaja menemukan banyak sekali ilmu tentang psikologi. Ilmu tentang bagaimana mengenali diri sendiri. Mengenal kemampuan diri sendiri. Ilmu bagaimana menggali kemampuan diri sendiri. Ilmu mengenal orang lain lewat cara mereka bertingkah laku. Ilmu bagaimana mengenal alam. Dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang luar biasa lainnya. Yang tentu saja sangat membuka hati, pikiran dan mata saya untuk bisa memandang lebih jauh lagi, berfikir lebih jauh lagi tapi dengan tetap rendah hati.

Sejak saat itu, entah kenapa saya semakin tertarik untuk terus membaca ilmu-ilmu seperti itu. Saya semakin tertarik untuk mengetahui hal-hal lain yang sudah Tuhan berikan pada diri saya. Karena setiap kali saya membaca, sepertinya saya mendapatkan banyak sekali dorongan dan keyakinan dari banyak orang.  Rasa percaya diri saya meningkat jauh dari beberapa tahun yang lalu. Dan setelah lebih jauh saya mempelajari, ternyata saya menemukan penyebab dari semua ketidak pedean yang selama ini hinggap pada diri saya. Ini semua bukan penyakit tapi ini adalah karakter setiap individu yang ada di dunia ini.

Menurut ilmu psikologi manusia dibedakan menjadi tiga, tapi yang sering dibahas hanya ada dua jenis yaitu “Ekstrovert” dan “Introvert”. Yang membedakan keduanya hanyalah cara menerima rangsangan dari luar dan mengolahnya. Ekstrovert itu keadaan dimana manusia menyukai keramaian dengan banyak interaksi dan aktivitas sosial. Kepercayaan diri mereka sangat bagus antusiasme yang tinggi, mudah bergaul, aktif, dan dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus. Tapi kelemahan mereka yaitu sering bertindak langung tanpa mempertimbangan resiko. Terlalu menyederhanakan situasi rumit dan kompleks. Serta tidak memiliki cukup kesabaran untuk menghadapi tugas secara detail / dalam.

Sedangkan Introvert yaitu keadaan dimana manusia lebih menyukai suasana sunyi, pendiam, sukar diduga cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka lebih memilih menyimpan perasaan daripada berkoar-koar menceritakan apa yang mereka rasakan. Mereka sangat membutuhkan kesendirian. Mereka memperoleh energi dari sumber-sumber dalam diri dan pengalaman dari dalam dirinya. Merenungkan kemudian bertindak. Dan memandang hidup secara mendalam. Tapi mereka mempunyai kelemahan yaitu; menghindari pengaruh dari luar dirinya . Eggan untuk bekerja secara kelompok. Cenderung selalu menutup diri. Sulit mengambil keputusan dan kesimpulan. Kurang tertarik dengan kejadian di luar dirinya. Dan tentunya terkesan egois. Meskipun begitu bukan berarti Ektrovert adalah pribadi yang unggul dan Introvert pribadi yang lemah, tidak. Keduanya hanya karakter pribadi manusia. Ekstrovert butuh Introvert dan begitu juga sebaliknya. Dan akhirnya saya tau karakter pribadi saya setelah sedikit membaca dari ilmu-ilmu yang secara tidak sengaja saya peroleh.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari tulisan amburadul yang mungkin teman-teman sulit untuk memahaminya ini yaitu; manusia itu mempunyai karakter yang berbeda-beda. Ada yang Ekstrovert dan ada yang Introvert. Kedua kepribadian ini memiliki kekuatannya masing-masing. Apapun kecenderungan seseorang, baik Introvert maupun Ekstrovert, jika ia mampu menerima diri sendiri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki, maka ia akan bertumbuh menjadi pribadi yang baik.

Sekian dan terima kasih..

One Response to “Minder: Apa dan Bagaimana terjadinya?”
  1. anggun says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE