Masih Jelaskah Mata Ini Memandang Wajahmu III

“Anakku!!!

“Apa yang sedang terjadi padamu nak aku sayang sama kamu nak jangan tinggalkan bunda ya.”

Aku mendengar rintihan ibu sambil menangis dan akupun meneteskan air mata yang tiada terkira.Dan sekuat tenaga aku berkata dengan suara lirih.

“Ibu, Aku tidak apa-apa.”mungkin aku terlalu capek hingga seperti ini.Mungkin beberapa minggu lagi aku pulang dan sembuh.”

“Nak, Kata dokter. “Anak ibuk menderita sakit kanker, Seandainya ada orang yang baik hati dan mau mendonorkan kornea matanya untuk anak ibuk insyaalloh sembuh dan anak ibuk bisa aktifitas seperti biasanya lagi.”Begitu kata dokter tapi siapa ya nak?”

“IBU.Bundaku sayang jangan bersedih hati.”

Akhirnya selang beberapa minggupun aku dioprasi dan aku dokter melakukan pencangkokan mata padaku.Aku sempat tanya

“Dokter,Sipaa yang merelakan matanya untuk aku?”

Jawab dokter dengan lirih dan lembut

“Ada seseorang yang paling sayang dan beliau tidak mau menyebutkan namanya.”

Operasipun berjalan dengan lancara dan setelah berberapa hari menunggu aku membuka perban pada mata ini dan aku merasakan keajaiban aku bisa melihat lagi tapi aku hanya bisa melihat para dokter dan suster berada disamping aku.

“Mbak , selamat ya ahirnya mbak mempunyai penglihatan yang normal seperti sedia kala.”

“Dimana ibuku dok??”

“Ini ibu kamu hanya menitipkan sebuah surat padamu.”

“surat?”

Aku membuka surat tersebut dan membaca surat yan berisikan

Untuk apa akau melihat dunia ini jika aku melihat kesedihan pada ankku dan biarlah aku menahan semua rasa ini dan biarlah dia bisa melihat keindahan ini dan masihkah mata ini memandang wajahmu.

Sepontan aku menangis dan bergegas berlari dari ranjang tidurku dengan melepas infusku ini terus berlari-berlari menghampiri ibuku yang sekarang pasti dirumah mungilku.Masih aku memakai pakaian dari rumah sakit dengan rambut yan terurai dengan mata yang bisa melihat semua tanpa rasa sakit sedikitpun.Dan aku melihat Ibuku terbaring tidur di tempat berbaring lalu aku membangunkanya.

“Ibu”

“ibu”

“Ibu”

Tak kudengar suara apapun lalu akau goyah tuguhnya dan aku melihat ibuku……..

Beliau sudah meninggalkan aku untuk selamanya dan pertanyaan ini akhirnya terjawab yang mencangkokkkan kornea hanyalah ibu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE