Kawan lama

10714288_10204713152423024_3935584070628264003_o

Aku merindukan saat masa puluhan tahun silam, teringat teman sepermainan, entah di mana mana sekarang berada..
Cerita ini mungkin menjadi pengingat saat kita bersama kawan..
Masa sekolah di kampung halaman, berkumpul di teras depan lalu bermain gitar…
Atau berjalan sampai hujung benua
Kembali di jalan yang sama
Mengalungkan sarung
Atau menonton satu satunya
TV umum hitam putih
Sampai jenuh menunggu
Bintik bintik tak jelas nya menghilang
Desa di tepi sungai dekat laut
Ia adalah temanku yang tak banyak bicara, ia sudah tak melanjutkan pendidikan, keadaanlah yang memaksanya harus membantu orangtua sebagai nelayan sungai, memancing atau menjala . Sekali waktu saat ia sempat kan berkumpul dengan kami
Suatu hari ia bercerita saat memancing di sebuah anak sungai yang air nya berwarna kehitaman karena akar pepohonan, tak seperti biasanya ia mengayuh sampan kecilnya masuk lebih jauh di hutan, beberapa kali ia pindah tempat namun mengapa hari itu tak ada ikan yang di dapat. Hari sudah lewat tengah hari, sendirian mengayuh perlahan, setelah makan siang dan dzuhur, tanpa sengaja dia melihat ada celah kecil di antara rimbun semak belukar, sedikit memaksa, sampan kecilnya masuk ke celah anak sungai itu, ternyata tak begitu jauh dan berakhir di rawa tak begitu luas, ia berpikir pasti banyak ikan di tempat ini, sampai lewat waktu ashar, dia mendapatkan 2 ekor ikan sungai ukuran kecil menurut kebiasaan ia yang sehari hari mancing. Kuatir pulang kemalaman ia mulai berkemas dan menggulung tali terakhir, terasa lebih berat tapi tak ada tanda tarikan. Mungkin akar kayu pikirnya, setelah sampai di atas ternyata seperti lempengan besi karatan hitam tak rata, selebar ikat pinggang, tak begitu panjang. Ingin kembali dilempar ke air, tapi entah tak jadi, saat itu hanya terlintas mengapa ada lempeng besi di dalam rawa di tengah hutan. Ia pun pulang, hampir isya tiba di pondok istirahat kembali bersama orang tuanya, biasanya mereka memang seminggu sekali baru kembali ke kampung, untuk membeli bekal sembako dan menjual ikannya yang terkumpul di keramba.
Malamnya ia bermimpi seakan menjadi pimpinan upacara dengan anggota barisan nya adalah makhluk air, ular, buaya dan berbagai jenis ikan, ribuan berbaris rapi di belakangnya, seseorang yang tak begitu jelas berdiri sebagai di atas mimbar dan entah ada berapa lagi di belakangnya, terdengar aneh memang saat ia menceritakannya kepada aku dan kawan kawan, tapi masa ia bohong, dia pernah memperlihatkan lempengan itu pada kami. Ia menyimpannya di antara tumpukan alat pancing.
Ia melanjutkan cerita mimpi nya yang memimpin upacara, kemudian saat ia memberi hormat kepada orang di atas mimbar, semua pasukan menunduk, dan berkata hormaaaaaattt…aku sampai terpingkal pingkal tertawa,,membayangkan ikan memberi hormat dan berbaris baris,,,tapi itulah ia menceritakannya dengan polos apa adanya.
Waktu pun berlalu, ia dan ayahnya merasakan keanehan tentang usaha mencari ikan ala tradisionalnya yang selalu mujur dan berlimpahan,tak seperti bulan bulan biasanya, sampai ia bisa membangun rumahnya lebih baik dan membeli perahu yang lebih besar, awalnya ia tak menyadari mengapa sekarang seolah ikan yang menghampirinya, ia hanya duduk di pondok menanti jala dan pancingnya lalu mendapat berpuluh puluh ekor bahkan tanpa umpan,,,sampai suatu hari ayah dan ia berjumpa dengan teman ayah masa kecil dari pulau lain, mereka bicara banyak hal, namun ada yang berkesan bagi kami, beliau berpesan, berhati-hati lah dengan pusaka itu bila kalian tak mampu, ia akan melalaikan kalian, ,,ayah bingung, pusaka apa???, aku teringat lempeng besi itu,,beliau tersenyum lalu pamit. Padahal aku tak pernah cerita pada siapapun sebelumnya.
Aku, ayah dan ibu berunding dan menyadari memang terlihat tak biasanya dan begitu cepat rejeki mengalir, sebelum sebelumnya rata rata tak seperti itu,,tak pernah terbayang punya perahu, sampan aja bertahun tahun ya itu sampai sudah lapuk,,apalagi ini membangun rumah, dalam waktu singkat,,apa memang sudah waktunya dapat rejeki banyak di kasih Tuhan ,apa karena benda itu, ,atau bagaimana,,,,namun perubahan drastis ini memang benar menjadi lalai…kadang saking asyik nya mancing, sholat ku tak di awal waktu, bahkan kadang tak sholat, setiap jumat kami pasti pulang ke kampung untuk sholat, ,dalam beberapa jumat lupa karena mengurus ikan yang melimpah. Astagfirullah..
Akhirnya pagi pagi aku dan ayah menuju ke anak sungai dimana rawa tempat aku menemukan benda itu, lalu mengembalikannya.
Entah itu apa, tapi kami merasa lebih tenang dengan kehidupan seadanya ….
…………….
Di lain hari di waktu yang lama dari cerita pertama, temanku yang lain menceritakan tentang permata hijau kekuningan yang ia dapat tak sengaja di sarang ular di pedalaman hutan saat berburu bersama ayahnya,,,sejak itu ia juga merasakan ada yang aneh dan berubah tak sewajarnya menurut kebiasaan kehidupan mereka sehari hari yang keluar masuk hutan…yang mereka lakukan adalah mengembalikan benda itu di mana mereka menemukan
Dimanakah engkau kawan sekolah menengah ku yang pandai bercanda …semoga kau mengingat cerita mu ini…
Temanku yang pandai bermain gitar, berdagang pakaian dan sembako bersama orang tua dan saudara dari satu desa ke desa lainnya di pinggiran sungai, belum ada akses jalan darat seperti sekarang,hari hari hidup di aliran sungai, makan minum tidur di kapal rantau….
Tentang sebarisan binatang menjangan menyebrang sungai, engkau berusaha menangkap dan melukainya, sayang mata parang mu seakan tumpul atau tak kena,,ayahmu yang mendengar cerita orang orang tua, mengejar ke pimpinan terdepan dan benar menjangan terdepan menggigit ranting atau akar kecil lalu menjatuhkan bila semua barisan tiba di daratan, menghambur masuk hutan, ranting itu di jatuhkan namun tak sampai menyentuh tanah, ayahmu menangkap nya,,sedang engkau kelelahan dengan tombak ikan dan parang panjang mu yang tak juga mempan dikulit belasan menjangan menyebrang sungai….
Ranting itu tak pernah lapuk,,dan banyak keajaiban setelah kalian pegang
Lagi lagi alasan melalaikan dan takut salah jalan
Engkau juga mengembalikan ke tempat di mana ditemukan…
dan banyak lagi cerita masa kecil kita kawan….
Dimanakah kini kalian berada…
Aku merindukanmu
Semoga selalu sehat dalam lindungan
Dan kasih sayang Allah Ta’ala

#AH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE