Butuh waktu tiga bulan untuk menenangkan para mahasiswa yang ingin melengserkanku dari BEM, apalagi anak-anak PMI yang menjadi barisan terdepan mengawal mahasiswa yang lain. Tapi nyatanya presiden PMI tak berani memunculkan diri memimpin anak buahnya, hanya berani menyuruh dan bersembunyi di balik mereka agar terlihat tak ikut campur. Beruntung aku memiliki Iqbal,