Akhir Hidup Ayah

Akhir Hidup Ayah

Diwktu kecil candamu dan tawamu serta, caramu mendidik kami membuatku ingat selalu akan petuahmu yang tak henti terucap dari bibirmu yang manis seakan tak pernah lupa akan apa pesanmu padakau wahai ayah.

Aku ingin disisa umurmu, bisa menemanimu walau bagimu itu kurang berharga,akan tetapi selalu aku mencoba dan terus mencoba untuk selalu membahagiakanmu kata hatiku yang selalu merasa dan akan terealisasikan dalam kehidupan yang nyata.Yang kukira waktumu didunaia masih panjang tetapi TUHAN berkata lain engkau lebih dulu diambil dan maafkan aku yang masih belum bisa membahagiakanmu.

Andaikan saja waktu berputar kembali dan membawaku dimasa itu maka semua tidak akan terjadi seperti ini.Semasa engkau disampingku tak pernah engkau mengharapkan imbalan apapun dariku tapi hanya satu pinta darimu TAATLAH PADAKU.Dan masih jelas terawang dianganku yang begitu mendalam ketika engkau bekerja dari pagi sampai sore engkau memperlihatkan padaku betapa engkau sangat menyayangiku.

Jika dalam keadaan bersama berkumpul diruang tengah ,,yah yang biyasa ditempati beberapa saudara kami maka kami selalu menghabiskan cerita-cerita indah bahkan menceritakan kehidupan dimasa remajamu hingga menikah dengan ibu yang sekarang ini mash berada didalam hatiku.Meskipun yang dialami semasa beliau masih remaja sangatlah tidak enak dalam tanda kutip sering mengalami masa sulit.Akan tetapiĀ  terus semangat yang ia miliki tidak bisa membuat semuanya menjadi hal yang si-sia.

Pernah suatu hari ketika ayah masih kecil ayah diminta kakek untuk mengambil daun pisang ah akan tetapi apa yang terjadi ayah hanya mengambil beberapa dan menjalinpun menyentuh tanganmu yang masih usai bermain.Itu tidak membuatmu merasa sedih justru kebalikan dari itu membuatu semakin yakin betapa kerasnya kehidupan ini.

Setiap malam engaku selalu membunyikan syair lagu-lagu jawa,sinden yang dahulu ada sekolah sinden.Merdu suara yang enkau nyanyikan membuatku terlelap dalam tidur hingga keesokan harinya.Takpernah aku sehai tidak melihatmu.Sepulang sekolah engkau sellau menyambutku dan kukecup pipi kanan dan kiri karena aku menyayangimu.

Hingga tanmpa sadar ketika usiamu mulai mendekati usa 50 tahun aku merangkulmu dan…..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE